Berpikir Komputasional (Computational Thinking)


MODUL AJAR INFORMATIKA SMA

Materi: Berpikir Komputasional (Computational Thinking)

Identitas Modul

Mata Pelajaran: Informatika

Fase: E

Kelas: X SMA

Semester: Ganjil

Alokasi Waktu: 4 JP (2 × pertemuan @ 2 JP)


Materi: Berpikir Komputasional

A. Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu menerapkan konsep berpikir komputasional untuk menganalisis permasalahan, menyusun solusi secara sistematis melalui dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan penyusunan algoritma dalam kehidupan sehari-hari.

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan pengertian berpikir komputasional.
  2. Mengidentifikasi empat komponen berpikir komputasional.
  3. Menganalisis suatu permasalahan menggunakan dekomposisi.
  4. Menemukan pola dari suatu kasus.
  5. Menentukan informasi penting melalui abstraksi.
  6. Menyusun algoritma penyelesaian masalah secara runtut.
  7. Mempresentasikan solusi secara logis dan kreatif.

C. Profil Lulusan

Pembelajaran mengembangkan delapan dimensi Profil Lulusan:

  1. Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Kewargaan
  3. Penalaran kritis
  4. Kreativitas
  5. Kolaborasi
  6. Komunikasi
  7. Kemandirian
  8. Kesehatan

D. Sarana dan Prasarana

  1. Laptop/Komputer
  2. LCD Proyektor
  3. Internet
  4. LKPD
  5. Whiteboard
  6. Sticky Notes
  7. Canva/Jamboard (opsional)

E. Model Pembelajaran

Deep Learning

Tahapan:

  1. Eksplorasi
  2. Elaborasi
  3. Refleksi
  4. Kreasi
  5. Apresiasi

Metode:

  1. Diskusi
  2. Problem Based Learning
  3. Presentasi
  4. Tanya Jawab

F. Pemahaman Bermakna

Permasalahan yang besar dapat diselesaikan dengan lebih mudah apabila dipecah menjadi bagian-bagian kecil, mengenali pola, mengambil informasi penting, kemudian menyusun langkah penyelesaian secara sistematis.

G. Pertanyaan Pemantik

  1. Mengapa komputer mampu menyelesaikan masalah dengan cepat?
  2. Bagaimana manusia dapat berpikir seperti komputer?
  3. Apa yang harus dilakukan ketika menghadapi masalah yang kompleks?
  4. Mengapa langkah penyelesaian harus dibuat secara berurutan?